Novel percakapan disertai sendau gurau menambah novel ini

Novel yang saya pilih sebagai UAS Apresiasi Prosa Fiksi berjudul “Hujan” karya Tere Liye. Dalam apresiasi novel ini saya menggunakan pendekatan pragmatik. Dilihat dari judulnya saja novel ini sangat menarik apalagi isinya yang memuat kisah-kisah yang tentu saja kisah tersebut bisa saja terjadi dalam kehidupan nyata. Ketika membacanya pembaca disuguhkan dengan cerita yang unik sehingga membuat pembaca ingin terus membacanya dan dibuatnya penasaran. Tema yang disajikannya juga sangat modern dan cocok utuk dibaca semua kalangan. Novel karya Tere Liye ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Kalimat-kalimatnya juga saling berkaitan yang disusun dengan alur yang menarik. Dengan menggunakan percakapan disertai sendau gurau menambah novel ini memiliki ciri khas estetik tersendiri. Suasana yang disajikannya pun digambarkan dengan jelas beserta enam tokohnya yang setiap tokoh memiliki ciri karakter masing-masing. Pengarang novel ini juga menyelipkan beberapa amanat yang berada didalamnya sehingga pembaca dapat terinspirasi dan memetik amanat yang ada. Novel ini mengisahkan seorang gadis yang bernama Lail dengan segala problema yang ada dikehidupan seperti halnya persahabatan, cinta, maupun perpisahan. Didalam lika-liku kehidupan gadis tersebut pengarang juga membubuhkan bagaimana kemajuan teknologi dimasa yang akan datang.Menurut saya novel “Hujan” karya Tere Liye yang saya baca bernilai sastra karena terdapat banyak kalimat yang mengandung makna tertentu.  Selain itu novel ini terdapat berbagai nilai kehidupan yang berada di dalamnya antara lain:Nilai sosial.Dalam novel ini terdapat nilai sosial kemasyarakatan maupun peduli terhadap alam sekitar. Hal ini digambarkan ketika Esok menyelamatkan Lail dari runtuhan tangga rel kereta api. Selain itu ada juga ketika Lail dan sahabatnya yang bernama Maryam menjadi relawan, mereka mempunyai semangat juang tinggi untuk lebih memperdulikan keselamatan orang lain daripada keselamatannya sendiri. Nilai moral.Nilai moral yang ada pada novel “Hujan” ini juga memberikan pengetahuan bagaimana sikap seseorang tersebut dengan digambarkannya ketika Lail jujur dengan Maryam siapa sosok anak muda tampan yang memboncengkan Lail dengan sepeda merah tersebut yang dikenalnya bernama Esok.Nilai keagaamaan.Novel ini juga mengajarkan kepada pembaca untuk lebih bersyukur dengan kehidupan sendiri. Hal ini digambarkan ketika Lail bertemu dengan ibu Esok ketika terjadi bencana alam Ibu Esok mengalami patah kaki sehingga memakai kursi roda.Nilai etika.Tokoh Lail dan Maryam memiliki sikap perilaku yang baik dan teladan ketika mereka mendapatkan tugas yang berat saat menjadi relawan mereka selalu siap siaga dan ketika ibu Suri memberikan hukuman mereka juga siap melaksanakan tanpa membantahnya.Nilai Estetika.Novel yang berjudul “Hujan” juga memilki nilai estetika yang jarang ditemui pada novel lain karena pada setiap peristiwa yang menimpa Lail pasti selalu disertai dengan datangnya hujan. 

Comments are closed.