Secara bahasa, habitus dapat diartikan sebagai kebiasaan (habitual),

Secara bahasa, habitus dapat diartikan
sebagai kebiasaan (habitual), penampilan diri (appearance), atau
bisa merujuk pada tatanan pembawaan terkait tipikal tubuh termasuk di dalamnya
terdapat praksis yang dilakukan secara berulang-ulang. Selain itu, istilah habitus
dalam tradisi Aristotelian dipahami sebagai suatu keunggulan yang diperoleh
baik pada karya moral maupun praktis, dipelajari melalui latihan secara
berulag-ulang sampai praktik itu meninggalkan tanda permanen menjadi bagian
dari  karakter individu.1
Ritzer menguraikan habitus Bourdie sebagai akal sehat (common sense) yang merefleksikan
pembagian secara objektif dalam struktur
kelas seperti jenis kelamin, kelompok usia, kelas ekonomi maupun kelas sosial lainnya.2
Dari penjelasan ini dapat dikatakan bahwa habitus adalah fenomena kolektif yang
memungkinkan masing-masing individu memahami keadaan sosialnya, namun perlu
dicatat bahwa keberadaan habitus dalam ranah sosial dan strukturnya tidak
menancapkan dirinya sebagai sesuatu yang seragam pada setiap aktor (individu).

Konsep habitus pada Bourdieu tidak menerima  pemisahan ketat antara pelaku sosial (individu
maupun kelompok ) dan struktur-struktur yang melingkupinya. Habitus diciptakan
melalui proses pengalaman
atau interaksi sosial, bukan individual yang mengarah ke pola yang
bertahan lama dan dapat dialihkan dari satu konteks ke konteks lainnya, namun
juga bergeser dalam kaitannya dengan konteks spesifik dan seiring berjalannya
waktu. Habitus ‘tidak tetap atau permanen, dan dapat diubah dalam situasi yang
tidak terduga atau dalam periode sejarah yang panjang’.3
Habitus bukanlah hasil kehendak bebas, atau ditentukan oleh struktur, akan
tetapi habitus diciptakan oleh semacam interaksi antara keduanya dari
waktu ke waktu: disposisi dimana keduanya dibentuk oleh kejadian dan struktur
masa lalu, dan itu membentuk praktik dan struktur saat ini dan juga kondisi
persepsi saat ini tidak lepas dari pengaruh tersebut.4
Dalam pengertian ini, habitus diciptakan dan direproduksi tanpa disadari,
‘tanpa sengaja mencari koherensi … tanpa  kesadaran yang dibentuk.5

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1
Saba Mahmood, Politics of Piety: The
Islamic Revival and The Feminist Subject, (Pricenton: Pricenton University,
2005), 136.

2
Ritzer, Teori Sosiologi…, 900

3 Z.
Navarro, In Search of  Cultural
Intepretation of Power, IDS Bulletin 37, (6): 11-22. 2016

4
Pierre Bourdieu, Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste,
(London: Routledge, 1984), 170.

5 Ibid

Comments are closed.